Hari ini hari kemenangan. Saya sholat di lapangan bola di
kelilingi gunung kapur, gunung kidul.
Kiblatnya membelakangi matahari pagi yang tÍdak terlalu
panas. TapÍ terasa juga punggung ini oleh panasnya. Tapi panas ini dibarengi
dengan hembusan angin yang sejuk...jadi sedikit tertolong.
Penceramahnya berceramah dengan berapi-api tapi pakai
Kromo Hinggil jadi sedikit-sedikit tidak mengerti :D
Setelah itu aku pun dan keluarga berkumpul di mesjid
deket rumah untuk silahturahim bersama.
Saya sedikit kawatir dengan penyakit pendengaran...takut
menurun. Nenek saya (ibunya bapak) sudah semi tidak mendengar. Bapakku, agak
kurang awas kupingnya. Kalo melihat polanya...wedok, lanang ya pastinya wedok
meneh alias saya :(.
Waktu dimesjid, salah satu bulek ku cerita ke saya kalau
Pak Lurah sini istrinya beda agama dan kerjanya adalah pengacara. Lalu seorang
ibu didepanku menengok ke arah kami dan berujar; "sopo sing pacaran?" Bulekku
menimpali; "opo? Pengacara?...."
Waduh gawat...tambah takut saya, takut ini penyakit yang
menjangkiti satu warga kampung...dan para keturunannya...

