Tuesday, August 28, 2007

Jakarta Sehabis Hujan

Gue sangat suka bau hujan. Menurut gue itu bau terenak yang Tuhan ciptain di muka bumi yang luas ini. Terlebih karena dirumah gue masih lumayan banyak pohon yang ditaman di halaman jadi bau tanah daun sama air hujan itu kok wangiiiiiii banget. Andaikan manusia ada yang bisa menciptakan parfum dengan bau hujan…. I’ll be the 1st and the loyal costumer who bought it.

Dibandingkan kota-kota yang pernah gue singgahi dan gue datangi, Jakarta masih kota favorit gue. Biar pun macet, berpolusi, dan kotor. Tapi gak ada yang mengalahkan. Makanannya, hiburannya, dan sarana transportasi untuk manusia yang tidak punya kendaraan seperti saya…Jakarta masih menang.

Hidup itu sebuah pilihan. Pilihan mengenai apa yang dicari didunia ini. Kebahagian batin, kebahagiaan fisik….dan bagaimana cara kita mengukur kebahagiaan itu menurut standar kita.

Beberapa orang mungkin mengukur kebahagian dari apa yang telah berhasil dicapainya dan apa yang akan dicapainya lagi., maksudnya mungkin dari final hidupnya , yaitu PEKERJAAN. Hal yang membanggakan seseorang biasanya diukur dari apa yang dia kerjakan. Hal serupa sama seperti apa yang saya rasakan. Bagi saya KERJA merupakan titik balik dimana hidup kita dinilai oleh orang disekitar kita. Biasanya pekerjaan yang bergengsi membuat nilai kita setingkat lebih tinggi. Tapi untuk saya, bukan hanya kerja yang paling penting didalam hidup. BAHAGIA

Bahagia itu barang langka. Susah banget dapatnya. Mungkin dengan kerja kita dapat mengejar apa yang kita inginkan (dengan hasil kerja keras kita tentunya). Tapi terkadang ada yang tidak bisa kita dapat dengan uang.

Pernah gak merasakan perasaan hampa biar pun duit banyak dan HIDUP terlihat bahagia untuk mata orang awam. Nah kalau sampai merasa seperti itu bukankah itu berarti “YOU’RE NOT HAPPY”.

Stigma yang diberikan oleh masyarakat kepada seseorang terkadang memang kejam yah…seperti kalo kita kerja yang gak pakai dasi (misalnya) biasanya kita akan diremehkan, stigma-stigma gak penting seperti itu yang terkadang membuat orang melakukan apa saja agar DITERIMA. Buat apa mendengarkan perkataan orang lain kepada kita, orang akan terus membicarakan kita sampai kita mati. Jadi kalau kita turuti apa yang membicarakan kapan kita bisa bahagianya.

Sepertinya saya orang yang idealis. Menurut saya lebih baik “quit from your day job if you not happy” dari pada perlahan-lahan stress sendirian. Lebih baik cari pekerjaan yang biarpun berat tapi tetap membuat bahagia. Pekerjaan yang membuat kita ingin bangun terus tiap pagi. Pekerjaan yang tidak akan pernah mendekati kata JEMU, biarpun kita kerjakan setiap hari…

I wish I found that kinda JOB. Sebenernya saya tahu kerjaan nya itu apa…tapi saya masih kurang berani menghentikan aliran bulanan saya. Saya masih terbuai dengan KESENANGAN yang saya rasakan selama ini. Tapi pasti……My Dream Job will not disappear. Saya masih ingin menjadi apa yang saya impikan.

Pertanyaannya kapan berani mulainya?